Tuesday, March 2, 2010

Karya Kahlil Gibran Perjalanan Sang Guru Menuju Venice

PERJALANAN SANG GURU MENUJU VENICE
Ketika sang murid melihat sang guru berjalan sendiri menuju taman, tanda2 kedalaman ilmunya tampak jelas melalui wajahnya yg pucat. Sang murid mengagungkan gurunya dg nama Allah, dan meminta penjelasan tentang sebab duka citanya. Sang guru memberi isyarat dg tongkatnya dan meminta sang murid duduk di atas batu dan siap mendengarkan cerita sang guru.
Sang guru berkata:
Kamu menginginkan aku untuk menceriterakan tragedi yg kenangannya hidup kembali di setiap hari dan malam memenuhi kalbuku, kamu bosan dg kebisuanku yg panjang dan rahasiaku yg tak terucapkan, dan kamu terganggu oleh keluh kesah dan ratapanku. Terhadap dirimu sendiri kamu berkata, Jika sang guru tidak mengizinkanku memasuki kuil dukacitanya,bagaimana aku akan memasuki rumah kasih sayangnya?. 'Dengarkan ceritaku ... Dengarkanlah, tetapi jangan kasihani aku,krn rasa kasihan mengundang kelemahan padahal aku msh kuat dalam penderitaanku.
'Sejak masa mudaku, aku sering didatangi oleh seorang wanita aneh,baik saat aku terjaga maupun tidur. Aku mendengarnya ketika aku sendiri di malam hari, sambil duduk di sisi tempat tidurku. Dalam kebisuan tengah malamku.aku mendengar suaranya yg merdu. Seringkali, ketika aku menutup mataku, aku merasakan sentuhan jemarinya yg lembut di atas bibirku, dan tatkala kubuka mataku, aku telah dikuasai oleh ketakutan,dan tiba2 mulai sering mendengarkan suara2 dari Ketiadaan...
'Seringkali aku merasa heran, sambil berkata pd diriku sendiri, Inikah khayalanku yg membuatku bingung hingga aku merasa seolah2 hilang dlm awan gemawan? Apakah aku telah menciptakan dari urat2 nadi mimpi2ku satu ketuhanan yg baru dg suara melodi dan sentuhan yg lembut? Apakah aku kehilangan rasa, dan dlm kegilaanku tlh menciptakan seorang kekasih tersayang ini? Apakah aku tlh menarik diriku dari masyarakat manusia dan keramaian kota sehingga aku bisa hidup sendiri dg kekasihku tercinta ini? Apakah aku tlh menutup mata dan telingaku dari berbagai bentuk kehidupan sehingga aku merasa lebih baik melihatnya dan mendengar suara surgawinya?
'Seringkali aku merasa heran: Apakah aku org gila yg ditakdirkan untuk menyendiri, dan dari hantu kesendiriannya itu menciptakan seorang teman dan pasangan untuk jiwanya?'
'Aku berbicara mengenai pasangan, dan kamu merasa aneh dg kata itu. Tetapi betapa kita sering dibingungkan oleh pengalaman2 aneh,yg kita tolak sebagai sebuah kemustahilan, tetapi realitasnya tdk dpt kita hilangkan dari pikiran kita, cobalah apa yg hrs kita lakukan?
'Wanita dlm lamunan ini sungguh telah menjadi pasanganku, yg berbagi seluruh kebahagiaan dan derita kehidupan dg diriku. Ketika aku terbangun pd pagi hari, aku melihatnya menekuk bantalku, sambil menatapku dg mata yg dipenui sinar kebaikan dan cinta keibuan. Dia bersamaku di saat aku merencanakan suatu pekerjaan, dan dia menolongku untuk menyelesaikannya. Ketika aku akan menyantap hidangan, dia duduk bersamaku, dan kami bertukar pikiran dan bercengkeram. Di sore hari, dia bersamaku lagi, dgn mengatakan, 'Kita telah tinggalkan disini terlalu lama di tempat ini. Marilah kita berjalan di ladang2 dan padang2 rumput.' Kemudian aku meninggalkan pekerjaanku, dan mengikutinya menuju ladang2, dan kami duduk di atas sebuah batu yg tinggi dan menatap cakrawala yg jauh. Dia menunjukkan pdku mega2 berwarna emas, dan menyadarkanku tentang nyanyian burung yg berkicau sebelum mrk tidur di mlm hari, sambil bersyukur kpd Tuhan atas karuniaNya yg berupa kebebasan dan kedamaian.
'Setiap saat ia dtg ke kemarku, saat aku gelisah dan susah. Kemudian seluruh kecemasan dan kesusahan itu berubah menjadi kesenangan dan ketenangan. Ketika jiwaku memberontak melawan ketidakadilan seseorang terhadap org lain, dan aku melihat wajahnya berada di tengah2 wajah2 yg ingin kuhindari, prahara dlm hatiku hilang seketika dan digantikan oleh suara2 kedamaian surgawi. Ketika aku sendiri dan anak panah kepahitan hidup menikam jantungku, aku melihat kekasihku menatapku dg mata yg penuh kasih sayang, sehingga kesedihan berubah menjadi kegembiraan, dan Kehidupan tampak seperti Surga Eden kebahagiaan.
'Kamu mungkin bertanya, bagaimana aku dapat menyenangi eksistensi aneh yg demikian, dan bagaimana seorang lelaki, seperti diriku, di musim semi kehidupan, menemukan kesenangan dlm hantu2 dan mimpi2? Tetapi kukatakan pdmu, tahun2 yg telah kulalui dinegeri ini merupakan batu pertama dari seluruh perjalanan yg membuatku mengerti akan Kehidupan, Keindahan, Kebahagiaan, dan Kedamaian.
'Karena kekasih imajinasiku aku menjadi suka berpikiran bebas melayang2 di depan wajah matahari, atau mengambang di atas permukaan air, sambil menyanyikan sebuah lagu dlm sorotan cahaya rembulan sebuah lagu kedamaian yg menenangkan jiwa dan membimbingnya menuju keindahan yg tak terlukiskan.
'Kehidupan adalah apa yg kita lihat dan kita alami melalui jiwa, sedangkan dunia yg ada di sekeliling kita, kita ketahui melalui pemahaman dan akal kita. Pengetahuan demikian membawa kita pd kesenangan atau kesedihan yg besar. Dan kehidupan ini adalah kesedihan yg ditakdirkan untukku sebelum aku berusia tiga puluh tahun, seolah2 aku telah mati sebelum aku mencapai tahun2 yg mengeringkan darah dijantungku dan air kehidupanku, dan meninggalkanku seperti pohon layu dgn cabang2 yg tak lagi tertiup angin sepoi2, dan tempat yg tak lagi ditempati burung untuk bersarang.'
Sang guru berhenti sebentar, kemudian melanjutkan cerita dgn duduk di samping sang murid:
'Dua puluh tahun yg lalu, Gubernur Lebanon mengutusku ke Venice , bersambung

Tuesday, December 22, 2009

KEPASRAHAN

Ya Ilahi, hadiahilah aku sepasang mata . Yang tak mampu melihat apapun selain rahmatMu. Hadiahilah aku satu pikiran yang mampu menemukan kenikmatan
Ketika aku beribadah kepada-Mu.
Hadiahilah aku sebuah jiwa
Yang mabuk karena meminum anggur kearifanmu.
Ya Ilahi, sesungguhnya kembang biru bunga beracun,
Ia sebagian dari penghuni tamanMu.
Sesungguhnya si Mamat seorang pendosa,
Ia sebagian dari ummatMu.
Ya Ilahi ,ketika engkau tak terlihat olehku,
Demam kehidupan menguasaiku
Ketika Engkau memperlihatkan DiriMu,
Demam kehidupan berangkat meninggalkanku. Ya Ilahi, mabukkanlah aku Dengan anggur cintaMu.
Kosongkanlah aku dari segala ,
Kecuali cinta-Mu

Monday, December 21, 2009

RASA LAPAR

Rasa lapar bukanlah musuh manusia. Rasa lapar sesungguhnya adalah sahabat manusia.
Puasa bukanlah 'menahan rasa lapar', tetapi mengendalikan diri, sehingga 'tidak merasa lapar'.
Mereka yang 'menahan rasa lapar' sepanjang hari hanya memikirkan makanan dan makanan, apa yang akan dimakannya saat berbuka puasa.
Mereka yang 'mengendalikan diri' tidak akan memikirkan makanan. Dia akan menikmati apa saja yang diberikan kepadanya.
Bagi mereka yang beriman, dunia ini ibarat dapur yang luas. Dapur Dia! tak seorangpun mati kelaparan. Kalaupun ada yang mati, sesungguhnya bukan karena kelaparan, tetapi karena 'takut' kelaparan, karena 'khawatir' tidak akan mendapatkan makanan.
Punya rumah, punya keluarga, punya mobil, punya agama, punya Tuhan semua lengkap , koq masih gelisah? masih was-was? Apa ada yang salah?.
Iman kita masih sangat lemah. Keyakinan belum ada. Itu sebabnya, kita masih memikirkan makan melulu. Pasang surut melulu.
'Rasa lapar' sesungguhnya adalah berkah Allah, karena adanya 'rasa lapar' itu kita bisa menikmati makanan. Asal 'rasa lapar' itu disertai oleh kekuatan iman.
Tanpa iman, rasa lapar malah menggelisahkan. Seluruh energi tersia-sia hanya untuk 'memikirkan' makanan.

BELAJAR DARI PENGALAMAN DUKA

Kita tidak pernah belajar dari pengalaman. Jangankan pengalaman orang lain, dari pengalaman diri pun kita enggan belajar.
Padahal, munurut Rumi. Pengalaman duka bahkan musibah dan apa yang kita sebut 'neraka' sesungguhnya diciptakan Allah untuk membersihkan jiwa manusia.
Ada yang mengambil hikmah dari pengalaman-pengalaman seperti itu, ada yang tidak.
Pengalaman hidup bagaikan buku. Ada yang membeli buku dan membaca isinya dan memperoleh pengetahuan. Ada juga yang membeli dan hanya menaruhnya atau hanya dipajang di rak.
Begitu pula dengan peran suka dan duka dalam hidup manusia. Setiap pengalaman bertujuan untuk meningkatkan kesadaran manusia.
'Surga Suka' dan 'Neraka Duka', kedua pengalaman tersebut bisa mendekatkan diri manusia dengan Allah. Berada dalam 'Surga Suka' hendaknya kita belajar menyukuri apa yang diperolehnya dari Allah. Begitu juga ketika berada di dalam 'Neraka Duka', hendaknya dia belajar membersihkan diri dari sampah pikiran dan keinginan yang berlebihan.
Diatas semua itu menjaga agar kita tidak arogan, tidak angkuh, tidak sombong.

Sunday, December 20, 2009

Ikhlas d sabar

Cerita ini nyata tentang dua orang yang sama-sama mengindap penyakit diabet dan keduanya harus kehilangan satu kakinya karena diamputasi.
Sebutlah si A dan si B, setelah diamputasi kakinya si A mulai kembali menata hidupnya dan beraktifitas seperti sebelumnya, dia bersyukur toh hanya kakiku yang hilang, 'aku' tetap ada ,aku bisa kehilangan kaki lagi atau anggota tubuh yang lain 'aku' tetap ada yang beda hanya caraku berjalan.
Sementara si B tidak bisa menerima kenyataan dia malu dengan ketidaksempurnaan fisiknya, dia hanya mengurung diri malu dan malu. Suatu hari si A mengunjungi si B lalu mengajak nya keluar tapi si B menolak dan bilang malu. Si A berkata 'Untuk apa malu toh sampai besok dan sampai kapanpun kita tetap ngak punya kaki!'
???

Sunday, December 13, 2009

???10

Penyakit jalan pembelajaran,kesehatan jalan pembelajaran.
Kemiskinan jalan pembelajaran, kekayaan jalan pembelajaran.
Kegembiraan jalan pembelajaran, kesedihan jalan pembelajaran.
Apapun yang terjadi dalam hidup dan dunia ini, terus menerus ingatkan diri sendiri, saya dapat belajar dari semua ini.

Friday, December 11, 2009

???9

Anak anakmu bukanlah anak-anak mu.
Mereka adalah anak-anak kehidupan, yang rindu akan dirinya sendiri.
Mereka terlahir melalui engkau, tapi mereka bukan dirimu.
Meskipun mereka ada bersamamu, tapi mereka bukan milikmu.
Pada mereka engkau dapat memberikan cinta tapi bukan fikiranmu.
Karna mereka memiliki fikiran mereka sendiri.
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka tapi bukan jiwa mereka.
Karena jiwa mereka itu tinggal di rumah hari esok yang tak pernah dapat engkau kunjungi, meskipun dalam mimpi.
Engkau bisa seperti mereka, tapi jangan coba-coba menjadikan mereka seperti Mu.